Monday, August 24, 2015

on the phone

saya jarang telepon lama-lama. i'm just not good in speaking one-on-one. saya prefer texting.  lebih banyak waktu buat mikir mau ngomong apa jadi nggak salah-salah. iya, sampai mau tumbuh ke atas aja susah keberatan kepala kayanya kebanyakan mikir.
but i will never regret that one-hour-call.

"yang kamu kasih kemaren, kirain isinya undangan nikahan kamu..lha tulisannya dua puluh empat hahaha"
itu ceritanya umur kamu, silly.

berbulan sebelumnya..
gara-gara sebaris kalimat ucapan selamat yang beranak kemana-mana, sampai pada waktunya dia bilang yuk ketemu kalau dia pulang. saya kepikiran pengen ngasih sesuatu, since his birthday was around that day.  maybe a mix would be good for a gift. pengennya yang nggak terlalu obvious(?) tapi cukup berbicara kalo bikinnya yah.. pake hati, walaupun mungkin nantinya nggak gitu dianggep. but then, i almost dumped  the mix away, along with my feelings when he dumped his words too. karena sampai 90 hari kemudian nggak ada kabar apa-apa.

"...gimana?..." suaranya ngagetin di telepon.

i will never regret that one-hour-call. but i know i would regret it if i didnt pick up the phone and say yes.




No comments:

Post a Comment