050514 - 280614
ini mungkin adalah stase paling melelahkan selama jadi koas. definitely phisically and mentally buat sebagian orang.
bahkan beberapa bulan sebelum masuk stase ini saya sudah gundah gulana and i was scared to death that i have to do this so called vaginal-touche. seriously itu adalah pemeriksaan fisik paling nggak menyenangkan baik bagi si pasien atau bagi pemeriksa, saya khususnya. siapa sih yang mau 'lubang' nya ditelusur orang? dan begitu juga tindakan yang melibatkan lubang lainnya seperti rectal touche, pasang DC, pasang NGT. aarrgh sebaiknya dihindari lah tindakan invasif dan mengganggu kenyamanan pasien macam gitu.
siang jaga poli & bangsal, malam jaga igd & VK. you never know when the baby wants to come out. mereka bisa datang kapan saja. kapan. saja.
menyaksikan proses persalinan normal per vaginam ini rasanya kok seperti mati suri. kalian diperlihatkan lagi kesalahan-kesalahan kalian semasa hidup, terutama kesalahan sama ibu. rasanya seperti ditampar tampar tampar, dan tampar. cuma buat ngeluarin itu satu kepala kalian biar bisa lahir ke dunia dengan selamat tanpa asfiksia, ibu bisa habis tenaga, habis darah, syok, dan innalillahi meninggal. sesakit apa itu saya nggak bisa bayangin. buat kalian yang suka durhaka sama ibu. pesen saya sih, semoga segera dibukakan mata hati kalian dan pintu ampunan dari Tuhan, itu saja.
di sisi lain, saya nggak ada ide menggambarkan hal ini: explode-able balloning amnion. bisa bayangin bentukan saya nahan itu kulit ketuban yang menonjol keluar vulva, pake tangan, di depan si ibuk yang lagi posisi lithotomi. mungkin kalo di foto dikira saya lagi kame-hame --" saya takut sekaligus geli. seriously, itu kulit ketuban bisa pecah , kapan saja karena si ibuk terus mengejan (tapi nggak pecah pecah karena bayinya sungsang) dan kalo pecah bisa keluar semua, cairan amnion, dan..bayi. sementara temen saya si ajeng arif cempluk heboh sendiri . hahahah. aduuh, untung ada bu ibeth, alhamdulillah bayinya lahir sehat. pengalaman pertama bantu persalinan, sungsang, seru lagi (ya Allah maap), kocak.
emang ada ya orang nggak BAB 2 bulan? iya, si ibu hamil ini emang rada ngaco. dateng ke IGD mungkin biar diperhatikan suami, sama dokternya. lagi sial aja dokter jaganya cewek, yang paling galak lagi. pfft
dan saya akui stase ini skillfull banget.
mungkin nanti dari yang tadinya teriak panik bingung melihat pembukaan lengkap dengan kepala bayi sudah kelihatan keluar, lain kali kita jadi bisa langsung ambil partus set, menyambut kepala bayi ke dunia luar dengan ikhlas dan terlatih.
dari yang tadinya bete mendengarkan rengekan ibu hamil lagi inpartu sepanjang malam selama berhari hari ngawasin denyut jantung janin sama drip oksitosin, kita jadi lebih sabar,kebal dan sabar lagi, kita bakal jadi seperti mereka suatu saat nanti, girls.
dari yang tadinya jadi bulan-bulanan bidan bidan cantik tapi gualak, kelak kita bisa jadi yang kasih instruksi ke mereka. muehehe
mulai dari Leopold sampai jadi master denyut jantung janin, dari tukang suntik KB sampai sahabat VT, dari papsmear sampai kuretase, dari tukang cuci plasenta sampai melahirkan plasenta, dari tukang suction waktu operasi caesar sampai melahirkan bayi dengan tangan sendiri :')
berangkat dan pulang tanpa sempat lihat matahari, jadi zombie rumah sakit, nginep di kamar istirahat igd karena terlalu capek buat pulang, berusaha se-invisible se-innocent mungkin biar nggak jadi salah, jalan kaki aja lho nggak tenang kayak dikejar pelahap maut. disemprot jadi nyanyian sehari-hari, jadi yang ter-salah itu wajib, dan jangan lupa, hierarchy still does exist.
tapi semua terasa lebih mudah bersama kalian, friends.