Wednesday, June 17, 2015

Stage six (2): Operatie Kamer


tempat gaul selama sebulan itu.



wajib ya, baju ok ijo-ijo, penutup rambut, sama masker
kalo jadi operator/asisten, cuci tangan pake gown dulu baru handscoon. hehe

Jadi karena OK itu memang dibuat sedemikian rupa sehingga alat-alatnya tetap awet maka OK wajib sedingin kamu kulkas dan rasanya cuma pengen bobok di kasur recovery room, tempat transit dan stabilisasi pasien setelah operasi, pakai selimut penghangat.

this story i'll tell was so heart breaking, for me. seumur hidup koas ini kedua kalinya saya merasa sangat sangat marah-kecewa berat sama orang. asal tau saja, nge-puff atau memberi oksigen initial pre intubasi itu nggak gampang, mempertahankan posisi satu tangan biar maskernya pas nutupin mulut pasien sementara tangan lain mompa udara masuk itu berat banget. tangan saya nggak kuat :( belum lagi intubasi in a real patient for the first time, nggak sama kayak di manekin dan ketika kamu gagal pada percobaan pertama, dan kamu diteriaki "kamu sombong merasa bisa!" rasanya sakit. banget. saya sudah bilang saya belum pernah berhasil intubasi dan diteriaki sombong di depan supervisor, dan penghuni ok yang lain itu...sakitnya tuh disini hiks. bukan begitu caranya ngajarin orang, pak. memangnya orang nggak boleh gagal dulu sebelum sukses?
i was really sad and mad but  as usual, my anger turned into hidden burst of tears. untung pake masker .__.

selain itu saya cuma ngamatin dan ngasih semangat zzz. operasi nggak se-sepaneng di sinetron2 kok guys tenang, bisa sambil karaokean. kecuali cito, jangan berani-beraninya napas.

and i will eternally admire the hands of doctors when they play the equipments upon human tissue. saya...udah nggak bisa mengenali jaringan apa, pakai touchscreen aja masih katrok.

selfie dulu

Stage six (1): red label


300614 - 020714

bukan, red label bukan merk bir. label merah disini label merah igd. itu sistem triage yang misahin pasien berdasarkan kegawatannya. label merah berarti pasien cedera berat yang mengancam jiwa dan butuh pertolongan segera. label kuning berarti pasien cedera yang tidak mengancam jiwa, penanganannya bisa ditunda beberapa jam. label hijau berarti pasien cedera ringan dan tidak memerlukan pertolongan segera. ada satu lagi sebenernya, label hitam berarti pasien sudah meninggal atau cedera fatal yang tidak memungkinkan untuk ditolong jadi tidak perlu ditangani atau bisa diabaikan buat ngurusin yang lebih gawat.

Sistem itu juga berlaku kalau ada bencana, secara sederhana, misalnya kalau ada korban yang teriak teriak minta tolong sama korban yang tergeletak diem aja, nggak ada napas nggak ada nadi sama korban yang napasnya sengal sengal sampe nggak bisa ngomong, pilih tolongin yang mana?
yes, korban yang nomor tiga, setelah ngecek yang nomor dua tadi bener bener sudah meninggal. why? yang teriak teriak berarti masih bisa napas dibiarin dulu bisa lah, yang sudah meninggal yamau ditolong gimana lagi, mending nolongin yang napas separo separo itu masih ada harapan hidup kalau ditolong segera. yes, even on that situation life is so cruel and choosy.

Jaga label merah mengingatkan saya bahwa kita sangat sangat dekat dengan kematian, lebih dekat dari friendzone, lebih dekat dari  hatiku dan hatimu #halah. serius. dan kalau saya indigo pasti saya sudah diundang minum teh bareng malaikat Izroil saking seringnya ketemu beliau di label merah. karena jujur saja, tiap saya jaga pasti ada saja yang meninggal , kalau kata inspektur megure, saya jadi merasa kayak kogoro mouri dimana tiap dia di tkp pasti ada kasus orang meninggal*sigh.

Namanya label merah, pasien selalu datang tiba tiba, dengan perawat yang setengah berlari dan keluarga yang antara diam karena bingung dan yang berurai air mata. malam itu, datang ibu-ibu bawa bayi usia beberapa hari, diare muntah muntah, katanya di taxi masih setengah sadar, sambil diberi minum susu. tapi sampai di igd saya pegang tangannya sudah dingin, bibirnya membiru. no cardinal sign, intubasi dan rjp sudah, no response. (note: chest compression cukup pake jempol i was like, "really! she's still a tiny little baby :("

disini teman-teman, kalau ada orang nggak sadar, kesadaran menurun, jangan masukkan apapun ke mulut, makanan, minuman, karena salah-salah malah bisa masuk saluran napas. dan benda apapun yang masuk saluran napas selain udara itu mematikan. Jadi cause of death nya adek bayi tadi highly suspected karena aspirasi cairan susu, or as we say it, keselek :( seriously sesederhana itu tapi fatal lho, beneran.
lain waktu, ada anak remaja yang habis operasi craniotomi buat evakuasi hematom, pasca kecelakaan. waktu saya jaga dia di label merah habis operasi karena nggak dapat ruangan di icu. nggak sadar, nggak napas spontan, koas yang bagging. seperti itu harusnya pakai ventilasi tapi karena ICU penuh, apa daya koas...Jadi sudah berhari hari dia disana sudah berapa kali ganti koas yang bagging. waktu giliran saya, orang tuanya setia bolak balik gantian nemenin anak itu, karena di igd nggak boleh banyak banyak orang masuk. walaupun kondisinya memburuk, mereka masih sangat sangat nggak ikhlas kalau misalnya anaknya meninggal.

and it was so heart breaking mendengarkan apa yang mereka bilang ke anak mereka. si ayah bicara tentang sepeda motor di rumah yang boleh dipakai sama anaknya semau dia, nggak ada yang bakal ngelarang lagi, si ibu bicara tentang siapa yang bakal mengantar dia ke pasar kalau si anak nggak sembuh sembuh. sambil nggak putus putusnya mereka merapalkan doa doa buat si anak, sampai mengoles oles air yang mungkin menurut mereka sudah didoakan , ke perut, lengan dan dahi si anak. sampai disini, masker saya kuyup kena ingus.

Stage five: Verlos Kamer


050514 - 280614

ini mungkin adalah stase paling melelahkan selama jadi koas. definitely phisically and mentally buat sebagian orang.

bahkan beberapa bulan sebelum masuk stase ini saya sudah gundah gulana and i was scared to death that i have to do this so called vaginal-touche. seriously itu adalah pemeriksaan fisik paling nggak menyenangkan baik bagi si pasien atau bagi pemeriksa, saya khususnya. siapa sih yang mau 'lubang' nya ditelusur orang? dan begitu juga tindakan yang melibatkan lubang lainnya seperti rectal touche, pasang DC, pasang NGT. aarrgh sebaiknya dihindari lah tindakan invasif dan mengganggu kenyamanan pasien macam gitu.

siang jaga poli & bangsal, malam jaga igd & VK. you never know when the baby wants to come out. mereka bisa datang kapan saja. kapan. saja.

menyaksikan proses persalinan normal per vaginam ini rasanya kok seperti mati suri. kalian diperlihatkan lagi kesalahan-kesalahan kalian semasa hidup, terutama kesalahan sama ibu. rasanya seperti ditampar tampar tampar, dan tampar. cuma buat ngeluarin itu satu kepala kalian biar bisa lahir ke dunia dengan selamat tanpa asfiksia, ibu bisa habis tenaga, habis darah, syok, dan innalillahi meninggal. sesakit apa itu saya nggak bisa bayangin. buat kalian yang suka durhaka sama ibu. pesen saya sih, semoga segera dibukakan mata hati kalian dan pintu ampunan dari Tuhan, itu saja.

di sisi lain, saya nggak ada ide menggambarkan hal ini: explode-able balloning amnion. bisa bayangin bentukan saya nahan itu kulit ketuban yang menonjol keluar vulva, pake tangan, di depan si ibuk yang lagi posisi lithotomi. mungkin kalo di foto dikira saya lagi kame-hame --" saya takut sekaligus geli. seriously, itu kulit ketuban bisa pecah , kapan saja karena si ibuk terus mengejan (tapi nggak pecah pecah karena bayinya sungsang) dan kalo pecah bisa keluar semua, cairan amnion, dan..bayi. sementara temen saya si ajeng arif cempluk heboh sendiri . hahahah. aduuh, untung ada bu ibeth, alhamdulillah bayinya lahir sehat. pengalaman pertama bantu persalinan, sungsang, seru lagi (ya Allah maap), kocak.

emang ada ya orang nggak BAB 2 bulan? iya, si ibu hamil ini emang rada ngaco. dateng ke IGD mungkin biar diperhatikan suami, sama dokternya. lagi sial aja dokter jaganya cewek, yang paling galak lagi. pfft

dan saya akui stase ini skillfull banget.
mungkin nanti dari yang tadinya teriak panik bingung melihat pembukaan lengkap dengan kepala bayi sudah kelihatan keluar, lain kali kita jadi bisa langsung ambil partus set, menyambut kepala bayi ke dunia luar dengan ikhlas dan terlatih.

dari yang tadinya bete mendengarkan rengekan ibu hamil lagi inpartu sepanjang malam selama berhari hari ngawasin denyut jantung janin sama drip oksitosin, kita jadi lebih sabar,kebal dan sabar lagi, kita bakal jadi seperti mereka suatu saat nanti, girls.

dari yang tadinya jadi bulan-bulanan bidan bidan cantik tapi gualak, kelak kita bisa jadi yang kasih instruksi ke mereka. muehehe

mulai dari Leopold sampai jadi master denyut jantung janin, dari tukang suntik KB sampai sahabat VT, dari papsmear sampai kuretase, dari tukang cuci plasenta sampai melahirkan plasenta, dari tukang suction waktu operasi caesar sampai melahirkan bayi dengan tangan sendiri :')

berangkat dan pulang tanpa sempat lihat matahari, jadi zombie rumah sakit, nginep di kamar istirahat igd karena terlalu capek buat pulang, berusaha se-invisible se-innocent mungkin biar nggak jadi salah, jalan kaki aja lho nggak tenang kayak dikejar pelahap maut. disemprot jadi nyanyian sehari-hari, jadi yang ter-salah itu wajib, dan jangan lupa, hierarchy still does exist.

tapi semua terasa lebih mudah bersama kalian, friends.

Wednesday, June 10, 2015

Stage four: EXOdontia


070414 - 030514

one word...
PARADISE
hahahahah. kluntang-kluntung days of the year. sebagai koas 5 bulan pun saya sudah bisa menobatkan stase ini sebagai stase impian para koas. indeed. for koas manusiawi i mean, not for koas you-know-what. yang paling penting, no jaga. apa sih yang lebih dipengenin koas selain bedtime?. more bed time, yes :p senangnya berangkat dan pulang masih ketemu matahari...

kalau bisa dibilang prestasi, biasanya saya berangkat paling pertama (dimana ini sangat langka) atau nomor dua setelah tiwi, browsing, atau ngeliatin tiwi main candy crush, ............................. mengagumi replika dentis, dan alat-alat exodonsia (siapa yang tau tang buat cabut gigi beda-beda bentuknya tergantung gigi mana yang mau dicabut?),

tapi ya begitulah, output ya sebagaimana input.
at least, saya jadi tau,ternyata nambal gigi literally pake semen, semen gigi.