I told you, timun itu sesuatu
mungkin,
bukan tanpa alasan beki nggak suka timun. bukan kebetulan saya sensitif sama timun. bukan kebetulan saya memilih beki jadi bias diantara 12 biji timun yang ada. we are destined to meet someday somewhere?
bantu di aamiin in aja deh :)))
Monday, April 28, 2014
birds
di atas atap bangunan sehabis hujan, 2 ekor burung melangkah tertatih-tatih seperti main kejar-kejaran. sekali waktu mereka terbang ke dahan pohon sebelah, kembali lagi ke atap gedung, bermain di genangan air.
saya, dari jendela gedung seberang,
"mungkin enak ya jadi mereka, nggak perlu mikir kasus besar, kasus dua mingguan, laporan jaga, kunjungan rumah, dan..koas."
saya, di salah satu titik terendah.
saya, dari jendela gedung seberang,
"mungkin enak ya jadi mereka, nggak perlu mikir kasus besar, kasus dua mingguan, laporan jaga, kunjungan rumah, dan..koas."
saya, di salah satu titik terendah.
Stage two: kids learn
130114-090314
saya kira kalau ditanya, bagian mana dari koas yang paling berat dijalani? sebagian koas akan menjawab, "jaga". termasuk saya.
Tapi,
saya nggak akan tahu rasanya seorang ibu yang sudah habis air matanya menunggui anaknya yang kena dengue syok sindrome dan sewaktu-waktu bisa dipanggil Allah kalau saya nggak disuruh residen bolak-balik lantai 1 lantai 2 buat ngecek tanda vital sang anak tiap 15 menit, sepanjang malam jaga.
saya nggak akan tahu kalau ada ibu yang setiap hari membunyikan ayat-ayat alQuran di dekat sang anak yang sedang menggigil, kaku, nggak bisa bergerak karena meningitis kalau pagi itu saya nggak berangkat ke rumah sakit pakai jas hujan selagi orang rumah masih terlelap.
saya nggak akan tahu betapa kematian sungguh dekat dengan manusia kalau malam itu saya nggak nangis di atas motor menerjang hujan deras dalam perjalanan ke kariadi buat jaga malam.
anak itu masih belasan tahun, punya ALL ( Acute Lymphoblastic Leukemia), leukositosis, kejang gelisah meregang nyawa di ruang PICU. maaf ya dek, saya cuma bantu doa dan bawakan penurun panas buatmu waktu itu. harapan saya kalau panasmu turun kejang dan gelisah mu bisa hilang dan kamu bisa tidur nyenyak. tapi ternyata Allah menghendakimu tidur di sisiNya, malam itu juga. Innalillahi wainna ilaihi roji'un.
saya nggak akan tahu rasa sedihnya mendoakan seorang anak TK yang lagi kritis, nggak sadarkan diri karena penyakit jantung dan tersedak biji salak kalau saat itu saya nggak bagging berdiri sampai 2 jam. sembuh ya nak, kasihan orang tuamu pengen lihat kamu jadi juara kelas di sekolah, saya berbisik. sampai beberapa hari kemudian saya dapat kabar anak itu meninggal. innalillahi wainnailaihi roji'un. maaf ya nak, saya cuma bisa bantu doa waktu itu..
saya nggak akan tahu bahwa seorang bayi itu lahir tanpa dosa kalau saya nggak harus terbangun dini hari dan tidur terduduk kedinginan di IGD. Bayi itu datang sekitar jam 2 pagi, dibawa mas perawat sambil berlari, plasenta masih menggantung, darah menetes netes di lantai IGD. setelah saya dekati ternyata banyak debu di badannya yang masih lengket, dan ada memar. baru kemudian saya tahu, dia ditemukan orang di pinggiran jalan di dekat ibunya yang masih lemas. baru kemudian saya tahu juga, si ibu seperti orang tunawisma,
berantakan, dan nggak tahu siapa ayah bayinya. Alhamdulillah si adek bayi sehat, gemuk, nggak cacat, cakep lagi. Allah Maha Baik ya.
seorang bapak-bapak datang berlari ke IGD dengan muka panik, menggendong bayinya laki-laki usia 8 bulan. demam 5 hari. dengan bintik bintik merah di sekujur tubuhnya. ibunya pingsan. si adek bungsu dari 3 bersaudara. kakak pertamanya masuk rumah sakit karena DSS bersamaan dengan kakak keduanya yang perempuan. kakak keduanya meninggal karena DSS tak terkompensasi. kakak pertamanya, anak yang saya cek tanda vitalnya tiap 15 menit, malam kemarin. saya nggak bisa bayangkan kalau saya jadi si bapak.
jangan pernah sekali-kali mulai sesuatu dengan prasangka, apalagi ketakutan. saya pernah dengar, prasangka Allah adalah prasangka hambaNya.
saya lihat sendiri bahkan di tengah kesusahan orang masih bisa menemukan alasan untuk bersyukur sama Allah. 2 anak itu laki-laki dan perempuan berlarian di koridor rumah sakit tertawa gembira, bermain staples dan pelubang kertas di ruang perawat. mana orang tahu kalau mereka sama-sama punya Thalassemia, mana orang tahu kalau tiap bulan mereka harus ke rumah sakit, harus menangis ditusuk jarum infus untuk transfusi darah.
"Bu, sisirnya mana aku mau sisiran." anak itu perempuan 8 tahun sedang kontrol di poli, ditanya residen "lho ada siapa yang ganteng kok tiba-tiba mau dandan" dan si anak sambil tersenyum malu melirik ke orang berjas putih lengan pendek.."oalaah pak dokter ituu"
wah dek, kita kok sehati
bisa juga ya ketemu anak perempuan yang mewek waktu mau diinfus bilang enggak mau diinfus tapi kemudian, "adek mau plesternya yang gambar barbie"
sesederhana itu ya dek hidupmu, kakak juga mau.
alhamdulillah, semoga. 2 bulan saya nangis nggak sia-sia, saya stress nggak sia-sia. Terima kasih stase anak :)
saya kira kalau ditanya, bagian mana dari koas yang paling berat dijalani? sebagian koas akan menjawab, "jaga". termasuk saya.
Tapi,
saya nggak akan tahu rasanya seorang ibu yang sudah habis air matanya menunggui anaknya yang kena dengue syok sindrome dan sewaktu-waktu bisa dipanggil Allah kalau saya nggak disuruh residen bolak-balik lantai 1 lantai 2 buat ngecek tanda vital sang anak tiap 15 menit, sepanjang malam jaga.
saya nggak akan tahu kalau ada ibu yang setiap hari membunyikan ayat-ayat alQuran di dekat sang anak yang sedang menggigil, kaku, nggak bisa bergerak karena meningitis kalau pagi itu saya nggak berangkat ke rumah sakit pakai jas hujan selagi orang rumah masih terlelap.
saya nggak akan tahu betapa kematian sungguh dekat dengan manusia kalau malam itu saya nggak nangis di atas motor menerjang hujan deras dalam perjalanan ke kariadi buat jaga malam.
anak itu masih belasan tahun, punya ALL ( Acute Lymphoblastic Leukemia), leukositosis, kejang gelisah meregang nyawa di ruang PICU. maaf ya dek, saya cuma bantu doa dan bawakan penurun panas buatmu waktu itu. harapan saya kalau panasmu turun kejang dan gelisah mu bisa hilang dan kamu bisa tidur nyenyak. tapi ternyata Allah menghendakimu tidur di sisiNya, malam itu juga. Innalillahi wainna ilaihi roji'un.
saya nggak akan tahu rasa sedihnya mendoakan seorang anak TK yang lagi kritis, nggak sadarkan diri karena penyakit jantung dan tersedak biji salak kalau saat itu saya nggak bagging berdiri sampai 2 jam. sembuh ya nak, kasihan orang tuamu pengen lihat kamu jadi juara kelas di sekolah, saya berbisik. sampai beberapa hari kemudian saya dapat kabar anak itu meninggal. innalillahi wainnailaihi roji'un. maaf ya nak, saya cuma bisa bantu doa waktu itu..
saya nggak akan tahu bahwa seorang bayi itu lahir tanpa dosa kalau saya nggak harus terbangun dini hari dan tidur terduduk kedinginan di IGD. Bayi itu datang sekitar jam 2 pagi, dibawa mas perawat sambil berlari, plasenta masih menggantung, darah menetes netes di lantai IGD. setelah saya dekati ternyata banyak debu di badannya yang masih lengket, dan ada memar. baru kemudian saya tahu, dia ditemukan orang di pinggiran jalan di dekat ibunya yang masih lemas. baru kemudian saya tahu juga, si ibu seperti orang tunawisma,
berantakan, dan nggak tahu siapa ayah bayinya. Alhamdulillah si adek bayi sehat, gemuk, nggak cacat, cakep lagi. Allah Maha Baik ya.
seorang bapak-bapak datang berlari ke IGD dengan muka panik, menggendong bayinya laki-laki usia 8 bulan. demam 5 hari. dengan bintik bintik merah di sekujur tubuhnya. ibunya pingsan. si adek bungsu dari 3 bersaudara. kakak pertamanya masuk rumah sakit karena DSS bersamaan dengan kakak keduanya yang perempuan. kakak keduanya meninggal karena DSS tak terkompensasi. kakak pertamanya, anak yang saya cek tanda vitalnya tiap 15 menit, malam kemarin. saya nggak bisa bayangkan kalau saya jadi si bapak.
jangan pernah sekali-kali mulai sesuatu dengan prasangka, apalagi ketakutan. saya pernah dengar, prasangka Allah adalah prasangka hambaNya.
saya lihat sendiri bahkan di tengah kesusahan orang masih bisa menemukan alasan untuk bersyukur sama Allah. 2 anak itu laki-laki dan perempuan berlarian di koridor rumah sakit tertawa gembira, bermain staples dan pelubang kertas di ruang perawat. mana orang tahu kalau mereka sama-sama punya Thalassemia, mana orang tahu kalau tiap bulan mereka harus ke rumah sakit, harus menangis ditusuk jarum infus untuk transfusi darah.
"Bu, sisirnya mana aku mau sisiran." anak itu perempuan 8 tahun sedang kontrol di poli, ditanya residen "lho ada siapa yang ganteng kok tiba-tiba mau dandan" dan si anak sambil tersenyum malu melirik ke orang berjas putih lengan pendek.."oalaah pak dokter ituu"
wah dek, kita kok sehati
bisa juga ya ketemu anak perempuan yang mewek waktu mau diinfus bilang enggak mau diinfus tapi kemudian, "adek mau plesternya yang gambar barbie"
sesederhana itu ya dek hidupmu, kakak juga mau.
alhamdulillah, semoga. 2 bulan saya nangis nggak sia-sia, saya stress nggak sia-sia. Terima kasih stase anak :)
미안 해요
saya sering punya gambaran tentang suatu scene, setting di padang rumput, rumputnya tinggi menguning, 2 orang berjalan di jalan setapaknya, berbicara.
I never thought I would've had my own version.
........................
"yah saya tahu saya memang harus kehilangan orang yang saya sayang, satu lagi"
........................
sejak itu saya nggak mau lagi punya gambaran padang rumput tinggi menguning dengan 2 orang berjalan di jalan setapaknya.
I never thought I would've had my own version.
........................
"yah saya tahu saya memang harus kehilangan orang yang saya sayang, satu lagi"
........................
sejak itu saya nggak mau lagi punya gambaran padang rumput tinggi menguning dengan 2 orang berjalan di jalan setapaknya.
Sunday, April 20, 2014
niscaya kamu tersenyum
" judulmu apa??"
"jadi jawabanmu sama atau beda sama yang tadi?" "nggih, Dok"
"kamu ini mesin ya (?)"
"...sebelahnya"
"bro, nama desaku belum tak ganti..."
" kalau orang ditanya sudah punya mobil apa belum jawabnya belum, kenapa?" "biar dikasih..."
"...edukasi" "keluar kamu!"
dan siapa sangka saling berkirim surat bisa terasa sangat menjengkelkan, yet so silly.
existence
apa yang biasa kalian ucapkan sebagai ungkapan belasungkawa?
saya selalu merasa “Innalillahiwainnailaihi roji’un” saja masih kurang. “turut berduka cita”? terlalu biasa, seolah cuma kalimat simpati. kalau ditambah ” tabah ya, semoga diberikan tempat yang paling baik sama Tuhan.” lumayan..
Tapi rasanya kata-kata saja nggak berarti apa-apa ya dibandingkan kalau kita beneran ada buat orang itu, disana, di sebelahnya. cuma ada saja, nggak perlu kata-kata. ya?
12-14
Stage one (2): welcome to the jungle
sungguh menyesal harus memulai ini dengan kesusahan.
5% air mata itu cukup banyak, huh? saya pernah bilang, rasanya ambang batas tekanan saya menurun, atau mungkin memang masih banyak dosa yang harus saya tebus saat itu, dengan merasakan kesusahan.
And I never knew before that mom's voice is such a cure. I should've done that more often, curhat ke ibuk. selama ini yang saya lakukan cuma curhat implisit.
and you never know how music can make me survive this hunger games? say thanks to EXO! percayalah, waktu-waktu yang paling saya nantikan saat itu adalah malam menjelang tidur, pasang headset, dengerin lagu mereka which is very soothing. You have no idea about how human voices can affect me
tapi, 20% tawa adalah mereka, koas mates :)
![]() |
| Pakis Aji. perjalanannya indah, tujuannya... |

Deco, seneng banget nemu tempat makan ini di Jepara. tempatnya enak, makannya banyak, relatif murah, dan..rasanya pas banget buat escape dari hunger games disana.
saya suka perjalanan mencari desa tujuan survey. maaf buat yang nyetir, tapi saya menikmati perjalanannya. alamnya, manusia mana yang bisa nyiptakan alam seperti itu, di kaki Gunung Slamet. hujan bikin suasana semakin..saya suka. seolah saya pengen tertelan kesana.
sebenarnya, Pakis Aji is a wonderful thing tanpa prasangka-prasangka buruknya.
![]() |
| jangan lupa PKD Slagi dan bidan Anjarnya, oh juga Pak cariknya yang punya anak pelaut. |
![]() |
| Pantai Bandengan, dan banana boat-nya yang |
![]() |
| cool! |
broken heart saja lewat, apalagi cuma broken finger? bah. tapi, satu hal yang pasti tentang broken, damage, dan teman-temannya, healing nya nggak pernah sama lagi seperti semula. jari tengah saya nggak selentur dulu, nggak bisa bunyi kletuk-kletuk kalau diregangkan. makanya, jangan sampe rusak ya, apapun.
![]() |
| the Gecho |
ah, harus terima kasih juga sama tempat-tempat makan yang nggak sempat difoto. cr: alun-alun kota Jepara, penyetan depan Puskesmas Mlonggo, warung samping Puskesmas Pakis aji, Pondok Daun yang punya Garang Asem ter-kemangi, The Palm Beach tempat nyolokin laptop saat listrik mati H-1/2 deadline, even KFC.
Sebenernya, kalau dipikir-pikir, agak berlebihan juga anggapan tertekan saya waktu itu. Tapi memang begitu kan, kutukan manusia, berburuk sangka dulu sama Tuhan. biar deh, kalau nggak begitu nggak belajar.
cheers!
Stage one (1): welcome to the jungle
181113-100114
apa yang terlintas waktu mendengar 'ilmu kesehatan masyarakat'?
3 jam terkantuk-kantuk di kursi berderet 4 peninggalan jaman belanda. mendengarkan kuliah yang 80% isinya nggak saya mengerti. well, saya nggak sepenuhnya salah.
15% waktu koas ikm saya habiskan dengan tertidur di kelas. 50% kebingungan mau ngapain, 20% tawa, dan 5% air mata.
saya tahu sekarang kenapa homesick punya kata 'sick' di dalamnya. dasar saya saja yang anak rumahan. haha. Dan foto-foto ini bakal lebih banyak bercerita daripada saya.
![]() |
| Puskesmas Salaman I, Magelang, bakso pentholnya tiada duanya :) |
![]() |
| es krim goreng + main kartu maling-malingan = priceless |
![]() |
| es dawet ireng Magelang, kek hujan di tanah tandus |
![]() |
| things I miss the most, rujak setan ala mbak siska n mbak Tie sama sambel bikinannya bu Slamet |
![]() |
| kedokteran wisata @ candi Borobudur |
![]() |
| sama keluarga pak Slamet di Dusun Brigasan, selamat ya pak akhirnya jadi Kepala Desa Tugurejo! |
![]() |
| personil lengkap |
Begitulah Magelang bakal menempati beberapa sentimeter gyrus di otak saya, saya bahkan nggak tahu kenapa pernah terlintas Candi Borobudur adalah tempat bagus buat piknik, dan..kencan
Subscribe to:
Comments (Atom)













